Kamis, 09 Februari 2017

Tiga Siswa Bondowoso Raih Beasiswa Sampoerna Foundation


Berkat Kerja Keras dan Dedikasi di Sekolah


TAHUN ini, tiga siswa dari Bondowoso meraih beasiswa SMA Sampoerna. Mereka terpilih dalam Sampoerna. Mereka terpilih dalam Sampoerna Academy berkat kegigihan melalui berbagai tes, ketiga siswa ini adalah M Bayu Nur Akbar, Widyatna Maharani Putri, dan Tasya Azzahra. kebetulan mereka dari sekolah yang sama, SMPN 1 Bondowoso.

SAAT sekolah kembali aktif lagi awal pekan kemarin, ketiga siswa ini terlihat mendetengi SMPN 1 Bondowoso. Mereka mengurus berkas disekolah yang salama tiga tahun ini menjadi ladang belajar. Dua orang siwa ditemani ibunya tercintanya, seoarang lagi datang seoarang dari.

Raut wajah ceria menghiasi tiga siswa itu. Begitu tiba di sekolah, Mereka langsung mendapat sanbutan hangat kepala SMPN 1 Bondowoso Ahmad Mahin. Hal itu karena ketiga siswa yang baru lulus SMP ini berhasil meraih beasisiwa Sampoerna Academy. Mereka akann menempa ilmu tingkat SMA di kampus Bogor. "Kami angkatan ke enam, menyusuk kakak-kakak kami yang juga diterima disana," Jelas Widyanti Maharani Putri, Putri pasangan martin zukarnain dabn lilis hariyanti.

Semberi menikmati hidangan diruang kepala sekolah.; Widyanti bercerita jerih payahnya meraih beasiswa tersebut sebab dari seluruh Indonesia banyak siswa yang baru lulus SMP mendaftarkan diri untuk mengikuti beasiswa tersebu, Tercatat dari Bondowoso ada 14 Orang. "Tak hanya dari SMP saya saja (SMPN) dari sekolah lain juga ada," titir penggemar matematika tersebut.


Banyak yang Sudah Gugur di Seleksi Formulir


Berdasarkan jadwal, ada beberapa tempat yang dijadikan tempat pendafta. Seperti M Bayu Nur Akbar dan Widyati Maharani Putri, kedua siswa ini mengikuti seleksi beasisiwa di Salatiga, jawatengah. Sementara Tasya Azzahra, mengikuti program seleksi di SMPN 1 Lumajang. Khusus untuk Tasya, dia megikuti seleksi bersama tujuh rekan  lainya. Namun yang diterima hanya satu.

Tasya menjelaskan, kerumitan dalam tes itu antara lain seorang harus memahami tiga spesifikasi ilmu. Yakni matematika, bahasa  inggris dan IPA. selain itu juga ada tes Potensi Akademik (TPA), forum Group Discusion dan interview."interview ini dilakukan dengan Bahasa Inggris," tuturnya,

Namun sebelum, Interview terlebih ada tes formulir. terkadang bayak siswa yang sudah gugur saat tes formulir ini, dalam tes formulir inilah, pihak penyeleksi melakukan penilaian tentang kemampuan seorang seiswa sehingga saat interview, tingga siswa yang memng memiliki kemampuan yang bagus. "Sangat sulit memng," jelas anak pasangan Wisnu Hartono dan Tutuk Suprihartini itu.

Sementara M Bayu Akbar yang juga masuk dalam program beasisiswa Sampoerna Foundation merupakan adik dari Naadaa Ghulum zakiyyah. Dia adalah putra pasangan Taufik Yudi Bhirawa dan Ervina yang mampumenembus beasiswa pendidikan di University of missori. amerika serikat. kakaknya juga lulusan SMPN 1 Bondowoso yang juga mendapat beasiswa sampoerna Faundation. "Karena itu saya sudah komunikasi tentang pendidikan SMA yang akan saya jalani di Bogor,' jelasnya.

hanya saja bedanya, sang kak dahulu menjalani beasiswa sampoerna foundation di SMPN 10 Malang. lain halnya dengan Bayu, dia bersama dua temannya akan menjalani pendidikan SMA di kampus Bogor.

Menarinya, dalam pendidikan SMA Saporena academy ini, siswa yang prestasinya bagus bisa mengikuti program akselarasi. Sehingga dalam jangka waktu lima tahun, bisa jadi mereka bisa menyelesaikan program SMA sampai S1. "Dites kalau berhasil tidak usah menjalani SMA sampai tiga tahun," jelasnya.

Mendapat hal ini, pihak kepala sekolah sangat mengapresiasi apalagi merka adalah siswa Bondowoso yang memiliki dedikasi sangta tinggi. Harapannya mereka bisa menhgarumkan nama Indonesia,  kami bangga, kami berharap selanjutnya nanti terus ada penerus yang mengikuti jejak anak-anak ini," ucap Mahin.

SMA Sampoerna (sampoerna academy), kampus Bogor sendiri didirikan sebagai upaya Putera Sampoerna Foundation untuk dapat memnuhi kebutuhan Indonesia akan adanya pendidikan bertaraf internasional yang berkualitas dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Sehingga setiap tahunnya pihak sampoerna Academy melakukan seleksi di seluruh daerah di Indonesia untuk mencari bibit 7 bibit muda yang unggul dibidang sains.(wah)


Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 20 Juli 2016
Disalin Oleh (Rs)

2 komentar:

  1. widih..kawan saya semua tuh.....
    seneng banget ngelihat cerita mereka

    BalasHapus
  2. saya juga sama dengan mereka, dapat beasiswa juga hanya saja saya dari makassar

    BalasHapus