Jumat, 10 Februari 2017

Kepergian Mendadak Misnadi, Sosok Sederhana dan Pekerja Keras

Malam Masih Rapat, Ingin Antarkan Anak Kuliah ke Malang

 

KABAR mengejutkan datang dari kediaman asisten II Pemkab Bondowoso Misnadi, pagi kemarin. Sosok santun, sederhana, dan pekerja keras itu berpulang ke rahmatullah. Dokter menduga, Misnadi meninggal karena seragam jantung.(EKO S - WAWAN DWI)

"DUGAAN SAYA, Pak Misnadi terkena serangan jantung gejalanya sesak nafas," kata dr Wahono puskesmas Nangkaan yang mendatangi rumah Misnadi, kemarin.


Menurut Wahono, dia dan beberapa perawat datang kerumah Misnadi untuk memberikan pertolongan dan pengobatan. Bahkan dia membawakan ambulan untuk mengantar Misnadi ke RSUD dr Koesnadi. Namun sebelum di bawa ke rumah sakit, Misnadi sudah menghembuskan nafas terakhir.

Melihat kenyataan itu, Wahono dan petugas medis yang datang merawat langsung lemas. Sebab, dia melihat pejabat yang di kenal sangat baik itu sudah meninggal dunia. "Setelah saya periksa lagi, beliau ini sudah wafat," katanya.

Mendengar kabar itu, beberapa kolega dari pemkab dan masyarakat sekitar langsung datang melayat di rumah duka di Desa Kembang Bondowoso. Bahkan, hadir di rumah duka itu, Bupati Amin Said Husni, Wakil Bupati KH Salwa Arifin, Ketua DPRD Ahmad Dafir, Kalpores AKBP Afrisal, Dandim Sundrajat, Karaji Sri Sektiyanti, para kepala dinas, para anggota DPRD, para pegawai di lingkungan pemkab, serta masyarakat sekitar.

Sekitar pukul 15.00 WIB kemarin, jenazah disalatkan di masjid tak jauh dari rumah duka. Bahkan, Bupati Amin bertindak sebagai imam salat.

Sangat Baik Membina Hubungan Eksekulif - Legislatif

 Selanjutnya, ribuan orang ikut mengantar jenazah ke pemakaman umum di Desa Kampung.
Bupati Amin kepada Jawa Pos Radar Ijen mengatakan jika Misnadi dikenal sebagai pejabat yang suka bekerja keras. Bahkan, Misnadi sangat baik dalam membina hubungan antara pejabat, eksekutif legislatif, bahkan kepada masyarakat. "Semoga beliau meninggal dengan Husnul Khotimah," terangnya. Sekda Hidayat yang hadir dalam takziah itu mengatakan dia sangat akrab dengan Misnadi.

"Apalagi beliau ini asisten II yang tugasnya membantu saya. Bahkan kemarin, saya dengan Pak Misnadi menggelar rapar di aila bappeda. Beliau terlihat sehat kok tidak tampak sakit," katanya.
Hal serupa dikatakan Mudjianto, Kepala PU Bina Marga Cipta Karya. "Pak Misnadi sangat baik orangnya. Beliau suka bekerja dan kadang suka guyonan," terangnya. Bahkan, kata Mudjianto,

Misnadi sebelum menjabat sebagai Asisten II pernah menjabat sebagai Kepala PU Bima Marga Cipta Karya Sekitar2007-2008. "Namun hanya beberapa bulan menjabat sebagai kepala PU, beliau mundur," katanya.

Lalu, Misnadi pernah menjabat sebagai kepala Bappeda Bondowoso cukup lama. "Kemudian Pak Misnadi menjabat sebagai Asisten II hingga wafatnya ini," terangnya. Selain itu, Mudjianto mengatakan sehari sebelumnya dia dan Misnadi ikut rapat di kantor bappeda. Bahkan menurut dia, jika pagi itu Misnadi akan berangkat ke Malang untuk mengantar anak sulungnya yang akan kuliah di Universitas Brawijaya. "Namun Pak Misnadi tidak kesampaian mengantar anaknya ke Malang," katanya.

Pengakuan mengharukan datang dari Kepala Disparpohub Harry Patriantono. "Saya masih sempat menelpon Pak Misnadisekitar pukul 08.45 WIB," katanya. Dengan percakapan dengan almarhum Misnadi, kata Harry, Misnadi sempat mengatakan kalau dirinya sakit. "Saya sakit Harry. Setelah itu, percakapan kami putus," katanya. Namun begitu, Harry dan Misnadi yang dikenal suka bercanda itu tidak mempunyai firasat. "Beberapa jam kemudian, saya mendengar kabar jika beliau wafat," katanya. IRwan Baktiar, Wakil Ketua DPRD mengatakan jika Misnadi di kenal piawai fdalam membina hibungan antara eksekutif dengan legislatif. "Beliau ini sangat baik dan pandai dalam membina hubungan antara dewan dengan pemkab," katanya.

Kepanikan terkait kabar berpulangnya Misnadi juga dirasakan Faturasni, ketua Fransi PKS. "Saya kaget mendengar kabar ini sebab Pak Misnadi dan saya masih bertemu dan pomong-omong dengan saya pada Kamisalam. "Selamat jalan Pak Misnadi.(wah)



Sumber: Jawa Pos Rasar Ijen, 22 Juli 2016


Disalin Kembali Oleh: (Yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar