Sabtu, 11 Februari 2017

Teliti Pestisida alami,Dua Guru SMKN PP Sabet Juara II Nasional

Teliti minyak Atsiri Kulit Durian sebagai Pengusir Hama

PENELITIAN adalah salah satu kreasi.apalagi bagi tenaga pendidik.Sebab ketika seorang melakukan penelitian,otomotis dia meng-upgrade diri.seperti halnya dilakukan jamilah,guru

Pertanian dan Lina Purwati Guru Kimia.Kedua guru ini menggabungkan ilmunya dan menyabet juara II nasional.

Shilikhul Huda

PENGUMUMAN tim penilai di Bogor 20 Juli 2016 lalu membuat bahagia dua guru dari Bondowoso.Yakni Jamilah,seorang guru pertanian dan Lina Purwati,guru Kimia.Dalam pengumuman

itu,tim penilaian menjadikan karya ilmiah dari hasil penelitian dua guru ini menjadi juara II nasional.Karya ilmiah itu berjudul'Pengaruh Minyak Atsiri Kulit Durian(Durio

zibethinus Murr)terhadap hama Aphis dan Thrips tanaman cabai serta implementasi pembelajaran kimia dengan pertanian.'Saat ditemui di SMK PP Negeri 1 Tegal Ampel,Lina Purwati

rupanya sedang cuti hamil.Hanya ada Jamilah,guru pertanian.Dia menuturkan,penelitian itu dilakukannya selama tiga bulan.Semenjak menjadi guru pertanian pada 2009 lalu,alumnus

Faperta Unej ini memang banyak melakukan penelitian."Biasanya saya hanya membantu murid untuk mengikuti lomba penelitian,namun tahun ini saya membuat penelitian dan saya sendiri

pesertanya,"kata guru yang tinggal di Dadapan,Grujugan ini.
Dia berpikir,penelitian tentang minyak atsiri dari kulit durian itu berasal dari banyaknya daerah penghasil durian di Bondowoso.Dia melihat daerah seperti

Tlogosari,Sukosari,Pujer dan beberapa daerah lainnya merupakan penghasil durian.Selama ini,kulit durian banyak dibuang.Melihat hal itu,kulit durian banyak dibuang.Melihat hal

itu,lantas terbesit cara bagaimana untuk memanfaatkan kulit durian tersebut.



Penelitian Dilakukan Tiga Bulan


Lantas dia bermusyawarah dengan Lina Purwati yang merupakan guru kimia.Ide ini lantas memunculkan ide untuk membuat minyak astiri dari kulit durian.Kedua guru ini melakukan

penelitian di Green House SMK PP Negeri 1 Tegal ampel.Dalam penelitiannya,kedua guru ini membuat minyak atsiri dengan memblender bagian dalam kulit durian.Lantas hasilnya

diproses dengan hidrolisis.Hasil proses hidrolisis inilah yang akhirnya memunculkan minyak atsiri.Hasil percobaan,setiap 1000 gram kulit durian,bisa menghasilkan 200 sampai 250

mili liter minyak atisi durian."Percobaan belum berhenti sampai disini,"katanya.
Percobaan berikutnya,minyak stsiri itu di ujicobakan ke pada serangga.Sebab minyak atsiri yang bisa diperoleh dari tumbuhan lain,bisa untuk membasmi serangga.Begitu juga minyak

Atsiri dari durian,karena durian memiliki aroma yang menyengat,kedua guru ini memiliki keyakinan bisa dipakai untuk serangga."Kami uji cobakan kepada tanaman cabai yang terkena

hama Aphis dan Thrips,"tuturnya.Percobaan pertama berhasil.Ternyata hama itu menghilang.Namun dia tidak lantas puas dengan hasil tersebut.ada percobaan kedua yang dilakukan.Dia

lantas lantas mengambil sampel hama itu untuk dibawa ke laboratorium.Ternyata hasilnya hama itu mati.
Hasil penelitian itu lantas dibuat dalam sebuah laporan lengkap beserta foto kegiatan penelitian,Selanjutnya di lombakan bersama ribuan guru dari SMK PP seluruh

Indonesia.Ternyata dua guru asal Bondowoso ini berhasil menjadi runner up nasional.(wah)

Sumber:Jawa Pos Radar Ijen 26 Juli 2016

Ditulis kembali:(AF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar