Urunan Jumat dan Minggu wajib Turun Jalan
MEMILIKI jalan yang mulus meski tak lebar menjadi impian masyarakat Umbutan Desa Lanas. Mereka pun urunan hingga akhirnya terkumpul dana yang cukup untuk membeli semen. Batu dan pasirnya mereka mencarinya dari sungai sekitar.
WAHYUDI WIDODO
PELUH terlihat bercucuran dari wajah dan bahu anak-anak muda di Dusun Umbutan. Mereka seakan tak kenal lelah naik turun sungai mengangkat pasir dan batu. Sebagai warga lainnya mengolah adonan semen, pasi, dan kerikil. Ssedangkan sisanya menata jalan yang sedang di plester.
Diselingi canda tawa dan rokok yang tak pernah lepas dari mulut, mereka terus kerja bakti mengecor jalan setapak di kampung tersebut. Mereka tak sabar jalan selebar sekitar satu meter itu segera terwujud dan bisa dilewati warga sekampung.' Warga yang kerja bhakti mencapai 60 orang, mulai anak-anak muda hingga tokoh masyarakat semua turun,"kata Supriyadi, salah seorang kepala dusun di desa tersebut.
Keinginan warga untuk mempunyai jalan yang layak untuk dilewati sebenarnya sudah lama. Namun harapan itu sejauh ini baru impian, mereka harus melewati jalan setapak berbatu. Memang kondisi alam di dusun tersebut berbukti dan alami.
Saat ini Sudah 200 Meter
"Namun keinginan masyarakat agar ada jalan yang benar-benar layak tak bisa dibendung hingga mereka urunan untuk membeli semen," katanya.Besarnya urunan warga itu juga tidak terlalu memberatkan asalkan cukup membeli semen. Setelah melewati pertemuan warga dengan para tokoh masyarakat setempat akhirnya disepakati tiap urunan Rp 10 ribu. Akhirnya setiap hari jumat da Minggu warga pun melupakan waktu untuk kerja bhakti mengecor jalan yang sudah lama mereka impikan tersebut.
"Dana yang terkumpul memang tidak banyak sekitar Rp 1,2 juta dan digunakan untuk membeli semen, karena dari pemerintah belum ada respon sama sekali," ujarnya. Jalan kampungan yang terjal plus naik turun memang menjadi hal biasa bagi masyarakat. Bukannya mereka tak menginginkan sentuhan pembangunan jalan, namun jika selalu mengharapkan pembangunan dari pemerintah sepertinya berat dan masih harus bersabar menunggu entah sampai kapan.
"Rencananya jalan yang akan kami keraskan untuk lumayan panjang agar aktivitas masyarakat juga nyaman dan tidak terhambat jalan yang rusak tersebut," ujar Supriyadi.
Jalan yang akan diwujudkan itu juga tidak main-main panjangnya. Menurut Supriyadi, panjang jalan yang bakal dikeraskan itu mencapai 9 kilometer.
"Sementara yang sudah selesai memang baru 200 meter tapi dengan semangat warga kami Insa Allah jalan itu terwujud nanti," katanya optimistis. (wah)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 7 Juni 2016
ditulis oleh : (jsr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar