Kamis, 02 Februari 2017

Arif, Presma Akom yang Berkesempatan Lihat Pertanian di Thailand



Salut Semangat Petani, Inonasi Perlu Komitmen Kuat


MUHAMMAD Arif Wijaksono, Presiden Mahaiswa(Presma) Akademi Komunitas (Akom) Negeri Bondowoso belum lama ini berkesempatan mengunjungi Thailand. Banyak Inspirasi yang dibawa dari negeri Gajah Putih ini, Utamanya ssemangt membangun perhatian.

Awal pekan lalu, Muhammad Arif Wijaksomno terlihat bergegas mengendarai sepeda motornya. Dia tas panngung yang lebih dibawa, terlihat sebuah pigura. Karenka lebih panjangdari tas yang dia pakai pigura itu sampai terliha diluardari luar. Rupanya, pigura itu merupakan oleh-oleh dari Thailand. Pigura itu yang berisi lukisan beberapa teman indah di tahiland. Dia membawa dari rumahnya di Wonosari, untuk dibawa kesalh salah seorang dosennya di jalan Santwi Bondowoso.

Pagi itu memng baru baru pertama kali nya dia ke Bondowoso. Sebab dia baru datang sore hari sebelumnya. Total, keberadaannya di Thailand sembilan hari. Disana singgah di bebrapa perguruan tinggi. Seperti petch buri Collage, Prachupkhirikin Collage, Ratchburi, Samutsongkream, Samutsakim dan bebrapa tempat lainya. "Melihat tanahnya, sebenarnya masih sangat subur Bondowoso," jelas mahasiswa semester 2 Akom itu.

Dia menggambarkan, tanah ditempat yang dikunjungi memiliki tekstur yang tidak smaa dengan bondowoso. Bahkan menurutnya  tanah kalu ditanami tidak akan tumbuh subur.


Ingin Jadi Inisiator Pembangunan

Hanya saja, semangat orang-orangnya untuk mengembangkan pertanian sangat tinggi. Misalnya, bercocok tanam dengan hidropolik. "Ada kretivitas itu yang bagus,"  tutur alumnus SMAN 1 Bondowoso tersebut.

Seperti bercocok tanam menggunakan pot dengan sistem hidroponik. Sementaranya pupuknya memiliki pupuk kandang serta jerami sebagai kompos. selain itu juga ada lahan yang bisa ditanami. Untuk lahan yang bisa ditanami, ada sebuah sistem pengairan dengan menumpang air hujan, Sehingga air hujan bisa dilokalisir untuk mengiri tanaman. "Sebuah penghargaan terhadap air, air tidakj dibuat sembarangan, jelasnya.

Baginya, kebiasaan yang menarik lainnya adalah penggunaaan solar energi atau listrik energimatahari. Seperti di area Petchburi collage, ada bebrapa kebiasaan khusus yang menggunakan listrik energi matahari. Seperti misalnya untuk menghidupkan kran air, menggunakan solar energy. Sehingga pemakaian listrik bisa sangat berhemat.

Semua yang itu, menurutnya tinggal bagaimanan komitmen saja. Untuk membuat inonasi, perlu ada komitmen yang kuat sehingga bukannya tidak mungkin dilakukan di Bondowoso. "kami ingin mencontoh hal yang baik it, agar bisa membawa Bondowoso lebih maju," akunya.

Pemuda asal desa kelapa sawit, wonosari tersebut menambah kan potensi yang ada di bondowoso tidak kalah dengan Thailand ataupun daerah lain. Tinggal bagaimanan mengolahnya saja. sebagai putra asli bondowoso, dia ingin menjadi insiator pembangun.

Seperti potensi pertanian. sistem yang pakai Thailand adalah membuat ploting produk pertanian . Memng dari sisi pemerintahnya kerajaan sehingga kebijakan sang raja adalah sebuahb perintah yang tak nisa ditawar. Hanya saja, itu bisa dilakukan di Bondowoso. Misalnya salah satu daerah mengembangkan pertanian tertentui. "Jadi bisa fokus dan hasilnya maksimal jelasnya.(wah)


Sumber: Jawa Pos Radar Ijen 9 Juni 2016


(rs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar