Bupati Digelari Raden Mas Haryo Rekso Negoro
FESTIVAL Kopi hanya dihadiri para pegiat kopi saja. Para perwakilan raja-raja se Nusantara, yakni Asosiasi Keraton dan Kerajaan Indonesia (AKKI) juga datang.WAWAN DWI SISWANTO
PRIA dengan busana serba hitam mulai keluar dari mobil setelah tiba di Homestay Perkebunan Kalisat Jampit.
Festival Kopi Jadi Agenda Tahunan
Kedatang rombongan tersebut pun menyita perhatian jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan SKPD yang baru datang di Semol. Siapa mereka dan siapa mereka?Rasa penasaran dengan rombongan tersebut, karena mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah ada dari Jawa ada pula dari Makasar. Rasa penasaran pejabat dilingkungan Pemkab Bondowoso ini pun terjawab setelah mengetahui mereka adalah rombongan dari perwakilan kerajaan di Indonesia.
Kedatangan rombongan kerajaan yang berjumlah sekitar 10 orang tersebut pun juga hadir ditengah-tegah acara Festival Kopi Nusantara. Di lapangan sepakbola Kebun Kalisat Jampit, tak jatuh dari homestay mereka duduk bersama bupati Bondowoso sebagai tamu acara tersebut.
Setiap orang yang hadir di Festival Kopi Nusantara pun mulai bertepuk tangan, ketika pemandu acara mengatakan, para kerajaan nusantara tersebut memberikan tanda kehormatan bagi Bupati Bondowoso Amin Said Husni. "Pemberian gelar kepada Buoati Bondowoso dengan nama kanjeng Raden Mas Hari Rokso Negoro ini sebagai tanda kekerabatan. Dan gelar diberikan setelah kami melakukan musyawarah dan saran dari keluarga besar Kasultanan Demak," ucap Raden Surno Anom dari Kasultanan Demak.
Raden Surno Anom yang tak lain sebagai Ketua Asosiasi Keraton dan Kerajaan Indonesia juga menyematkan lencana kehormatan kepada Sekda Pemkab Bondowoso Hidayat, serta Rudi warga Bondowoso yang masih ada keturunan kerajaan. Surno Anom juga mengatakan pemberian gelar baru kepada Bupati Bondowoso karena nilai telah mencetak dan membuat sejarah baru serta menaikkan budaya baru festival Kopi.
Dia menjelaskan bahwa tanda kekerabatan dengan gelar nama dari Kasulatanan Demak tersebut tak serta merta diberikan kepada Bupati Bupati Bondowoso. Namun ada proses dan harus mendapatkan petunjuk dari keluarga besar Kasultanan Demak melalui musyawarah. "Semoga pelaksanaan Festival Kopi Nusantara yang baru pertama kali dilaksanakan di kabupaten ini bisa berjalan lancar dan menjadi acara rutin tahunan di Bondowoso," ujarnya.
Sementara Raden Mas Bei dari Kasulatanan Solo yang juga tutur hadir dalam acara Festival Kopi selanjutnya mengundang seluruh kasulatanan di seluruh Indonesia. Harapan kami festival kopi seperti ini bisa dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya karena dengan tujuan peningkatan kopi di indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi petani kopi," paparnya. Terlebih dahulu dibeberapa daerah juga punya potensi kopi.
Raden Mas Bei juga menjelaskan untuk kopi arabika di Bondowoso jelas jauh berbeda dengan kopi sachetan. Kalau kopi terus nempel lidah. Tapi kalau kopi biasa setelah minum rasanya hilang begitu saja," jelasnya. Apalagi kopi rakyat Bondowoso tersebut diminum diingin juga nikmat.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Amin merasa tersanjung dengan gelar kehormatan tersebut. Raden Mas Haryo Rekso Negoro, panjang juga," katanya. Amin menyampaikan terima kasih atas pemberian gelar baru itu kepada Kasulatanan Demak. Sebagai bentuk tanggung jawab, Amin akan berusaha menggelar acara festival kopi itu sebagai agenda tahunan. Bersama-sama perwakilan keratonan se Nusantara tersebut, Amin mengajak mengitari stand kopi untuk mencicipi nikmatinya kopi nusantara, termasuk Bondowoso. (wah)
Sumber : Jawa Pos Radar Ijen 25 Juli 2016
Ditulis Kembali Oleh : (IS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar