Sabtu, 04 Februari 2017

Ketika Gaung Republik Kopi Kian Menggema

 Seniman Buat Bungkus Ciamik, Agar Lebih Menarik

DEKLARASI Bondowoso Republik Kopi, membuat peluang usaha baru. Yakni bisnis kopi. Mulai dari bisnis penjualan kopi, sampai bagaimana cara membuat kemasan kopi. Salah satu egiat yang getol mengembangkan kopi Bondowoso adalah Fans Soejakto. Dia tidak hanya menyediakan kopi di warungnya, tetapi juga memebuat bungkus unui. (SHOLIKHUL HUDA)


FLODISTA. Itulah nama sebuah warung oleh-oleh yang awalnya merupakan rumah dari Frans Subitjekto. Tempatnya Gang Pinang Mas 3 Jalan Santawi Bondowoso. Di temat situlah seniman ini mengolah bahan-bahan sepele yang kemudian menjadi karya seni yang bagus.

Dengan adanya deklarasi Bondowoso Republik kopi, dia tidak ketinggalan turut serta melakukan dukungan. Seperti halnya di warung yang lokasinya jadi satu dengan pusat oleh-oleh tersebut, dia menyediakan koi spesialti Bondowoso. "Dulunya saya ambil kopi dari luar, namun saat ini seluruhnya asli Bondowoso," tururnya.Dia selalu menyediakan kopi khas tersebut. Memang ragam menunya tidak hanya kopi, namun dengan adanya kopi khas, dia merasa sudah mengangkat gema Rebuplik kopi.

Rupanya selain menyediakan seduhan kopi bakat seninya, juga di gunakan untuk membuat tampilan kopi bubuk agar lebih mebnarik. Dia membuat luar bungkus kopi dengan bahan karung goni. Dengan adanya desain bungkus karung goni itu kesan kopi semakin klasik. Walau begitu tetap saja dalam bungkus karung goni itu. bubuk kopi itu terjaga kualitasnya denagn balutan aluminium foil.

Frans menuturkan prinsip penjualan sebuah produk adalah kemasan. Ketika kemasan di buat menarik, maka seseorang yang melihat juga akan langsung tertarik. Itulah kenapa dia membuat desain karung goni tersebut. "Dampaknya sangat besar sekali tentunya," katanya.

Dia memang bukan oreang yang memproduksi roasting kopi sampai diolah menjadi bubuk. Bahan dasar kopi itu dia ambil dari berbagai petani kopi yang melakukan pengolahan. Dari situ dia tidak mengubah subtansi isi kopi, melainkan memberi sedikit sentuhan. "Dengan hanya menambah ciamik bentuknya, juga menambah daya tarawarnya kepada para pembeli," akunya.

Kedepan dia tidak hanya membuat untuk pribadi melainkan juga untuk pemesanan. Dia berharap tidak hanya satu bentuk seni itu saja yang bisa di kembangkan di Bondowoso. Masyarakat bisa membuat bahan lain yang kreatif yang yuuannya untuk kopi asli Bondowoso.(wah)


Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 09 Juli 2016


Ditulis Oleh : (Yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar