Beli Seratus Ribu, Bisa untuk Bermain Bersama
NAMANYA anak-anak tak lepas dengan bermain dan bermain.Begitu pula dengan tiga anak asal Tamanan ini,mereka bermain plus melestarikan kesenian singo ulung yang jadi dolanan mengasikkan baginya.
WAWAN DWI SISWANTO
JALANAN di tamanan begitu rindang dengan deretan pepohonan yang tak pernah lelah memberi kesejukan.Ditambah lagi lahan pertanian yang hijau menambah suasana hati kian menyenangkan ada di pesesaan.Rasa senang berada di Tamanan itu juga tampak dengan kecerian anak-anak setempat bermain singo ulung.
Satu ulung dan didampingi satu anak itu berjalan di pinggir jalan.Dan setiap ada anak perempuan singo ulung pun berbelok untuk mengejar teman-temannya.Tawa mereka pun memantik perhatian orang dewasa yang keluar dari rumahnnya.Singo ulung yang di dalam ada dua anak mulai keluar yang tak kuasa menahan tawa di balik singo-singo an itu.
Tiga anak yang bernama Irwan,Noval dan Gufron tersebut mengaku senang dengan mainan saja,rasanya Irwan dan Noval sebagai singo ulun g ingin tampil sempurna dengan celana panjangnnya juga ditempeli tali rafia berwarna putih
Sangat Diminati Masyarakat,HPI Sambut Positif
Irwan mengaku mendapatkan singo ulung dari kakeknya yang membeli kesenian tersebut di daerah Kecamatan Jambesari."Harganya seratus ribu,kalau yang besar sekitar Rp 650 ribu,"ucapnya.Mendapatkan hadiah semacam itu,kata murid SDN Tamanan 1 ini,karena sebelumnya pernah liat atraksi singo ulung bersama kakeknya.
Sangat Diminati Masyarakat,HPI Sambut Positif
Irwan mengaku mendapatkan singo ulung dari kakeknya yang membeli kesenian tersebut di daerah Kecamatan Jambesari."Harganya seratus ribu,kalau yang besar sekitar Rp 650 ribu,"ucapnya.Mendapatkan hadiah semacam itu,kata murid SDN Tamanan 1 ini,karena sebelumnya pernah liat atraksi singo ulung bersama kakeknya.
Mendapatkan barang kesenian setidaknya enam bulan lalu,teman-teman sebayanya langsung ingin bermain dengan singo ulung.Rebutan dan rebutan ingin jadi singo ulung inilah kali pertama teman-temannya tahu Irwan punya singo ulung."Enakan mainan singo ulung dari pada ghobak sodor,"kata bocah 9 tahun ini.Sebab,selama bermain singo ulung bisa kejar-kejaran dan lucu-lucuan untuk temannya yang takut-takut tapi penasaran dengan kesenian asal Desa Blimbing,Klabang ini.Rasa senang Irwan,Noval dan Gufron pun bertambah karena banyak orang yang foto.
Melihat aktivitas tiga anak tersebut membuktikan bahwa kesenian singo ulung yang ditetapkan sebagai warisan budaya nasional oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud)Republik Indonesia,jadi bukti kesenian ini semakin memasyarakat.Tak hanya sebagai penampilan upacara Desa Blimbing,atau pertunjukan kesenian acara kedinasan.Namun sudah memasyarakat orang Bondowoso,hingga anak-anak kecil.
Menurut Slamet Riyadi,ketua Himpunan Pramuwisata Bondowoso,seperti ini adalah hal yang mengembirakan kesenian tradisional masih diminati anak-anak kecil.Sebab,biasanya masalahkesenian tradisional adalah minim regenerasi karena adalah minim regenerasi karena anak-anak hingga remaja tidak minat ke kesenian tradisional dan lebih memilih kesenian modern yang sering disiarkan di acara televisi."Jika makin memasyarakat,otomatis turis akan lebih berlama-lama di Bondowoso,"katanya.Agar semakin semarak,kata Slamet,ada lomba singo ulung di tingkat SD ataupun TK.(wah)
Sumber:Jawa Pos Radar Ijen Senin 04 Juli 2016
Sumber:Jawa Pos Radar Ijen Senin 04 Juli 2016
Ditulis Oleh (AF)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar