Senin, 06 Februari 2017

Menikmati Indahnya Hari di Desa Wisata Lombok Kulon


Awalnya Dua Home Stay, Kini Tumbuh menjadi 25

    DESA Lombok Kulon yang awalnya menjadi desa terpencil, kini dikenal oleh masyarakatnya untuk melakukan perubahan. Saat ini, geliat semakin terlihat. Yang awalnya hanya ada dua homestay, berkembang menjadi 25 homestay.

SHOLIKUL HUDA

    ASRI, sejuk dan indah. Itulah awal kali yang terbesit dalam benak ketika menginjakkan kaki di kawasan Desa Wisata Lombok Kulon, Wonosari. Hiasan homestay dari bambu, tanaman padi organik, kolam ikan lele, gazebo, dan balai bengong menjadi pelengkap desa wisata ini.

    Tempat itulah yang selama ini dikenal dengan Desa Wisata Organik Lombok Kulon. Di Bondowoso, nama desa wisata ini sangat familier. Berjarak seitar 15 kilometer dari pusat kota, desa ini menawarkan kesejukan yang sangat indah.

    Baidowi, inisiator Desa Wisata Organik menuturkan, sejak digagas pada 2012 lalu desa wisata ini sudak banyak dikunjungimasyarakat. Bahkan seringkali digunakan ditempat outbond atau rapat oleh sekolah atau instansi. Untuk persiapan itu, pihaknya telah menyiapkan aula kecil dengan seperangkat pengerass suara dan proyektor. "Kami menyediakan berbagai fasilitas," tuturnya.

    Pria yang terkenal dengan 'Raja Brekong' (Brekong=ikan lele) ini menceritakan, gagasan itu berawal dari hobinya membudayakan ikan lele pada tahun 2007 lalu. Ternyata tidak hanya dirinya saja yang suka mengembangkan ikan lele, banyak masyarakat yang mengembangkan ikan lele, banyak masyarakat yang mengembangkannya didesa tersebut.


Ada Tempat karaoke Keluarga


    Lantas pada 2012, muncul ide pengembangan desa wisata. Sejak saat itulah, awalnya hanya budidaya lele, kawasan itu menjadi kawasan yang ciamik. Dengan sedikit memberikan sentuhan bangunan dari bambu, kolam lele itu menjadi tempat yang sejuk.

    Kesejukan itu ditambah dengan adanya homestay di atas sungai. Sehingga homestay itu tepat berada diatas air. Di tempat itu, ada dua homestay itu terbuat dari bambu. "Dulunya hanya dua ini, namun sekarang masyarakat di sini audah membuat rumahnya menjadi home stay juga," akunya.

    Sehingga ketika ada rombongan pengunjung berniat untuk menginap di tempat itu, maka secara otomatis mereka bisa ditampung oleh masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, saat ini ada 25 homestay yang berada dirumah-rumah masyarakat.

    Selain mengembangkan ikan lele, saat ini masyarakat desa setempat juga mengembangkan tanaman dalam pot. Konsep ini dilakukan serentak oleh seluruh masyarakat yang tinggal di tempat itu. Bahkan karena adanya DD/ADD, jalan menuju tempat ini sudah dipasang paving. Sehingga saat lebaran seperti ini, pengunjung dengan mudah menuju tempat wisata ini.

    Salmet Yantoko, mantan Camat Sukosari yang saar ini menjabat Kasatpol PP Bondowoso mengapresiasi kerja keras para penduduk. Pihaknya merupakan salah seorang yang mendorong terwujudnya desa wisata tersebut. Sehingga melihat geliatwarga desa yang semakin antusias, pihaknya sangat merasa bangg. "Dahulu daerah ini (Desa Lombok Kulon, Red), adalah daerah yang terpencil, aksesnya pun sangat sulit,@ tuturnya saat berkunjung ke tempat tersebut beberapa waktu lalu.

    Namun setelah ada inisiatif itu, daerah itu tak lagi terpencil. Akses jalan yang tadinyahanya setapak, saat ini sudah bisa dilalui mobil. Bahkan bru-baru ini akses jalan masuk tersebut mendapat kucuran dana desa (DD).

    Dijelaskan, walaupun sudah tidak lagi menjadi pemimpin di daerah itu,  pihaknya sering berkunjung. Paling tidak untuk refresing. Sebab disana ada seperangkat alat karaoke keluarga. "Suasana asik dan menarik,tentunya pemandangannya sangat indah," tandasnya. (wah)



Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen Kamis, 14 Juli 2016
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar