Jumat, 03 Februari 2017

SMKN Grujugan Dibobol



Grujugan
- tingginya tingkat kerwanan menjelang lebaran perlu menjadi perhatian bersama. Kemarin malam, para pelaku membobol SMKN Grujugan. Sebelumnya pada pertengahan maret lalu pencuru juga menggarong isi rankas di SMKN 4 dan membawa kabur uang 80 juta. di SMKN Grujugan, pencuri membawa menggondol 5 LCD proyektor dan receiver cctv.

Pelaku yang beraksi di SMKN Grujgan memanfaatkan waktunya berbuka puasa. "Wake tahu pintu ruang guru ini jebol setelah salat tarawi," jelas bambang Sucipto kepala SMKN Grujugan kemarin. Waktu yang cukup singkat kata bambang berarti pencuri yang diduaga lebih dari satu orang sudah memperhitungkan waktu. " Padahal tidk dua jam pencuri beraksi," katanya.

Dengan waktu yang singkat tersebut, aksi pencuri itu merusak pintu ruangan guru, dan tralis pintu.

Adanya pencuri yang msuk keruang guru tersebut kata bambang terlihat dari lantai ruang guru yang kotor dengan tanah dan ada jejak kaki. "Laci seluruh meja disitu itiu keluar semua acak-acakan.



Pelaku Lebih dari Satu Orang, di SMKN 4 sikat Uang Rp 80 Juta


Berhubung laci guru tidak ada barang berharga banyak kertas, jadi encuri tidak dapat apa-apa dari meja guru," katanya.

Dari jejak tanah dilantai, pelakusempat masuk ke laboratorium dan ruang kepala sekolah. "Mungkin dikira ruang kepala sekolah banyak uangnya, pada hal tidak ada apa apa," ujar Bambang. Lima LCD proyektor yang disimpan didalam lemari besi dan receiver sstv raib.

"Mungkin pencuri itu paham dengan barang elektronik yang mahal. Karena printer yang satu lemari dengan LCD proyektor tidak diambil begitu pula dengan barang yang ada di lab komputer, notebook karya anak SMK juga tidak diambil," katanya.

Selain kehilangan LCD proyektor dan recaiver CCTV uang kantin kejujuran senilai 200 ribu juga lenyap. "Anehnya uang amal masjid juga tidak diambil,' imbuhnya. Bambang mengaku sekolahnya tersebut sudah dua kali kebobolan maling pada bulamn ramadhan. pertama pada 2013 satu bulan laptop dicuri maling. "Tapi pada 2013 belim pasang CCTV sejak itu dipasang dari pencurian sekolah enah itu  helm dan handphone bisa teratasi," jelas ketua PGRI Bomdowoso ini.

Awal dipasang 8 titik CCTV di tambah 14 titik namun kata bambang kesalahn nya adalah ada tulisan sekolahnya itu ada CCTV " tulisan sekolah ini ada CCTV ternyta salah seharusnya namanya CCTV itu tersembunyi," ucapnya.

Sementara kapolsek Grujugan Iptu Iswahyudi mengatakan, kejadian di SMKN Grujugan pada kamis 16 Juni kemarin berlangsung sekita pikul 18:30 atau saat enak-enak nya orang buka puasa. Total kerugian dipredisikan Rp 20 juta, karena lima LCD proyektor, receiver CCTV dan uang senilai Rp 200 ribu yang berhasil diembat pelaku. Saat ioni kata kapolsek polisi terus melakukan penyelidikan meminta keterangan dari saksi dan koban sayangnya kata dia, rekaman CCTV tersebut tidak ada karena receiver CCTV juga diambil pelaku.(dwi/wah)


Sumber:Jawa Pos Radar Ijen, 18 Juni 2016
Ditlis oleh(Rs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar