Senin, 13 Februari 2017

Gelorakan Pelestarian Lingkungan Hidup ala SMPN 7

Kirab Keliling Kota,Libatkan Siswa dan Guru

LINGKUNGAN merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan.Karena itulah,penjagaan lingkungan menjadi nomor satu.Hal itu ingin di tunjukkan para siswa dan guru SMPN 7 Bondowoso yang melakukan kirab lingkungan.

SHOLIKHUL Huda


ROMBONGAN kirab panjang mewarnai jalan dari SMPN 7 Bondowoso hingga Alun-alun RBA Ki Ronggo,kemarin.Kirab itu menampilkan pertunjukan berbagai busana  menarik.Diantaranya adalah busana yang terbuat dari bahan bekas.
Menariknya,yang dandan tidak hanya siswa saja,melainkan dewan guru.Para guru berdandan ala sakera dengan membentuk barisan sendiri.Kirab itu dilakukan mulai sekolah,mengitari alun-alun hingga kembali lagi ke sekolah yang ada di Kota Kulon.
Memang baru-baru ini,sekolah yang dipimpin Dwi Windu Kristiyanto itu,baru saja mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyati Mandiri 2016.Penghargaan ini merupakan program dari Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berkerja sama dengan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Piagam yang ditandatangani Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan(saat sebelum reshuffle)dan Mentri lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya itu ikut diarak bersama seluruh peserta kirab."Memang ini bagian dari pada rasa syukur kami atas penghargaan ini,"tutur Dwi Windu Kristiyanto,Kepala SMPN 7 Bondowoso.Ada banyak ragam kostum yang dipakai oleh peserta kirab.Yang menarik adalah adanya pembuatan pakaian khas yang berasal dari bahan bekas.Kreativitas itulah yang menjadfi bagian dari kampanye pelestarian lingkungan hidup dan juga masuk dalam penilaian anugrah Adwiyanti 2016."Pemanfaatan limbah,limbah yang dianggap masyarakat sebagai sampah bisa menjadi sesuatu yang memiliki daya tarik bagus,"tuturnya.
Selain itu,pelestarian lingkungan juga bisa dilaksanakan dengan edukasi anak atau siswa tentang
 bahaya meroko.Anak usia sekolah harus mengetahui sejak dini tentang bahaya merokok.Harapannya mereka nantinya tidak merokok dan juga bisa menjadi pengingat bagi masyarakat.
Seperti di SMPN 7 , siswa akan menegur orang yang terlihat merokok di area sekolah.Dimanapun itu,sebab lingkungan sekolah sehat itu harus dibangun."Cukup murid yang menyilahkan supaya rokok di luar pagar sekolah ketika ada orang yang meroko,"Jelas Windu.
Windu menambahkan,adanya raihan anugrah Adiwiyata Mandiri 2016 itulah yang menginisiasi kirab pelestarian lingkungan.


Memakai Busana dari Bahan Bekas.


Pihaknya memberi apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah mensukseskan raihan adiwiyata di sekolah.Selain itu,apresiasi juga diberikan kepada para kepala sekolah yang telah mendahuluinya memimpin SMPN 7 Bondowoso.
Salah satunya adalah Kastriyanto yang kini sudah pensiun.Sebab prestaswi Adiwisata Mandiri 2016 ini,dirintis kastriyanto saat menjadi kepala sekolah.Selanjutnya Windu mengungkapkan kunci rahasia kesuksesan meraih penghargaan sekolah Adiwiyata adalah adanya kerja sama anatara guru dan siswa serta masyarakat sekitar sekolah.Sehingga sekolah bersinergi dengan masyarakat sekitar sekolah umtuk menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan.
Berbagai unsur itu antara lain kelurahan Kota Kulon,Puskesmas Kota Kulon,masyarakat yang tinggal dekat sekolah."Kami bahu membahu membangun lingkungan yang sehat dan bersih,"tutur Windu.
Windu menambahkan fokus garapan dalam meraih Adiwiyata adalah lingkungan hidup dan pendidikankarakter untuk siswa.Selain itu,sekolah berusaha mewujudkan visi misi sekolah,yakni cerdas,terampil,berwawasan lingkungan."Untuk wawasan lingkungan ini, di antaranya diwujudkan dengan bebas asap rokok,"katanya.
Selain itu,pihak sekolah menyediakan sebanyak 12 kamar mandi plus toilet untuk kebutuhan siswa dan guru,"Dan semua toilet itu bersih,"katanya.Bahkan,saat murid akan pulang sekolah,mereka wajib untuk membersihkan kelas masing masing.Selain itu,disekolah disediakan bak sampah sesuai banyaknya kelas."dan setiap kelas ada 2 tempat sampah basah dan kering.Juga,ada wastafel untuk cuci tangan,"katanya.Agar sekolah tetap rindang,maka didalam lingkungan sekolah ada berbagai pohon dan bungan."Jadi siswa dan guru kerasan disekolah,"katanya.(wah)

Sumber:Jawa Pos Radar Ijen 30 Juli 2016

Ditulis kembali: AF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar