Selasa, 21 Februari 2017

Rasakan Berkah Keikhlasan


MENJADI seoarang guru bisa dibilang berat. Tak hanya butuh kepintaran untuk kecerdasan saja. Kedewasaan berpikir dan manajemen juga penting. Itupun belum lengkap tanpa diiringi keikhlasan. Karena buah dari keikhlasan itulah yang tidak banyak dinikmati semua orang.

Dirasakannya Tanpa Disangka-sangka

Suhartiningsih SPd MM adlah salah satu guru yang mulai merasakn berkah keikhlasan itu. Sejak menjadi guru dia tak pernah nggerundel saat diberi tanggung jawab. Pada 1986 silam saat ditugaskan di SDN Ditotrunan 3 dipindah ke SDn Rogotrunan 11 Lumajang.
Saat itu, dia merasa bersyukur bekerja di tempat yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Diapun selalu ikhlas setiap menjalani pekerjaanya belajar dan mengajar. Nah, suatu ktika dia tak menyangka bisa mendapat job baru.
Dari awal, bayangannya adalah dipindah ke tempat yang jauh. "Ternyata tidak. Malah dipindah dari SDN Ditotrunan1. Lebih dekat dari rumah," jelas perempuan yang usianya sudah berkepala lima asal Jalan Bengawan Solo Lumajang ini.
Di SD Ditotrunan 1 dia bertahan selam 10 tahun. Selama itu pula, dia yang selalu iklas dengan profesinya sebagai  juga tanpa disangka-sangka  dapat tugas baru lagi. Pada 2009 dipundaknya diamanahi menjadi Kepala Sekolah (kasek) di SDN 1 Blukon.
Selama dua tahun dia jalankan anmanah itu. Kemudian dipindah ke SDN 1 Denok yang bertahn sampai 9 bulan. "Lalu pindah ke SDN Citrodinawangsan 2. Pernah juga menjadi Plt di Sekolah Unggulan Terpadu (SUT) 6 Bulan. Dan kembali lagi kesini," jelasnya.
Tatik, sapaan akrabnya, mengakui bahwa yang dijalani dengan ikhlas pasti berbuah. Buah itu bisa dipetik tanpa disangka-sangka. Tapi harus diimbangi kerja keras. "Dan ketika ada riski harus disisihkan untuk diberikan pada yang berhak," jelasnya. Di sela-sela itulah yang menurut dia pasti datang sebuah kejadian atau keberuntungan yang baik.
Selama menjadi kasek, dia menyebutkankan ada saja ganjalan. Baik yang menyangkut manajemen sekolah maupun manajemen SD. Bahkan, dia pernah mendapat pelajaran penting di tahun pertama menjadi kasek. Pelajaran penting itu menyenangkan persolan manajemen sekolah.
Dari pelajaran itu kemudain banyak hal yang harus direnungkan. Kemudian dia mengaku memang layak mencatat pelajaran paling berharga itu di dalam lembaran kehidupannya. Dia menyadari karena memamng seorang leader itu harus betul-betul memahami memanaj lembaga dengan cermat. Dan semua stakohelder dilibatkan berunding.
Bernagkat dari pelajaran berharga itu, senyampang menjalani dengan ikhlas, pasti ada solusinya. Dia harus berhati-hati memanage guru, komite, UPT dan pengawas. makanya, ketiak sudah berpengalaman dia sudah mulai membangun lembaga yang mandiri.
Diapun kini semakin mahir dalma memange sekolahnya. Tak heran jika diawal 2016 lalu, diamencoba menggagas pendirian Mushala di SD yang dia pimpin. Itu dari manajemen kemandirian kembaga yang dia tata sejak lama.
Awalnya dia mnegku tak menduga smaa sekali. Tetapi di tengah jalan ada saja hal-hal yang membuat dia termotivasi unutk menyelesaikan Musala. Dengan keyakinan dan niat yang bulat bersama guru wali murid dan komite, tekad itu terwujudkan itu. Tak cuma itu sekolahnyajuga memiliki prestasi ektrskulikuler 3 Tahun berturut-turut mewakili Lumjang di even Nasional. (fid/ras)




Sumber : Jawa Pos- radar Semeru, 15 Juni 2016
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar